oleh

Agar Pohon Tidak Mati, OPD Terkait Diminta Beri Penanganan, Dewan Kecam Pelaku

RuangKutim.com – Belum juga diketahui siapa pelaku yang menguliti batang puluhan pohon di sepanjang Jalan Soekarno Hatta, Sangatta Utara, Kutai Timur, Kalimantan Timur (11/2/2021) lalu.

Apalagi pohon tersebut dikuliti mengelilingi batang pohonnya. Sehingga keberadaan pohon-pohon dikedua sisi jalan terancam. Sedangkan, pohon berdiameter kecil pun diperlukan serupa. Ketua DPRD Kutai Timur (Kutim) Joni, mengecam keras perbuatan tersebut.

“Kalau dibuat seperti itu, pohon-pohon terancam mati. Apalagi jika dibiarkan begitu saja tanpa adanya penanganan,” jelasnya (16/2/2021).

Organisasi perangkat daerah (OPD) terkait harus bergerak. Jangan sampai dibiarkan. Apalagi pohon ditanam pada pertamanya menjadi anggota dewan. 10 tahun baru bisa besar seperti itu.

“Segera diberi penanganan. Kalau dibiarkan lebih lama pohon bisa mengering dan akhirnya mati. Harus ada alternatif agar pohon tidak mati,” imbuh politikus PPP itu.

Kalau perlu, kata dia, dibungkus seperti proses pencangkokan. Dia pun menyarankan agar OPD berkaitan berkonsultasi dengan ahli tumbuhan agar dapat dipertahankan.

“Pelakunya harus dicari tahu. Kalau terbukti perbuatan ilegal, diberikan efek jera. Agar tidak ada lagi perbuatan serupa,” sebutnya.

Memang pohon terkadang menganggu kabel listrik. Tapi biasanya penanganan dengan memangkas dahan pohon yang berdekatan dengan kabel (diremajakan).

“Tidak diperlakukan seperti itu. Jelas salah,” ucapnya.

Perlu diketahui, penanaman poho terjadi 10 tahun lalu. Kala itu periode pertama kepemimpinan Isran Noor (Gubernur Kaltim) menjabat sebagai Bupati.

Dia melangsungkan program penanaman 1.000 pohon sepanjang 10 kilometer, untuk kedua sisi jalan. Bahkan, mendapat award record muri dari Museum Record Indonesia. (rk)

News Feed