oleh

Trend Kesembuhan Pasien Covid-19 Alami Peningkatan, Masuk Kutim Wajib Tes Swab

RuangKutim.com – Kasus terkonfirmasi Covid-19 di Kutai Timur (Kutim) memang mengalami lonjakan. Bahkan, sampai sekarang 3 ribu lebih yang terkonfirmasi positif. Sehingga perlu penanganan secara serius agar trend tersebut menurun.

Terutama izin keluar masuk dan cuti kerja di Kutim. Sejauh ini, Tim Satgas Covid-19 sudah membicarakan hal tersebut. Termasuk langkah-langkah yang akan diambil. Ini disampaikan Dandim Kodim 0909/Sangatta, Letkol Czi Pabate.

Menurutnya, permasalah cuti kerja harus dibicarakan lebih lanjut dengan perusahaan. Memang perusahaan sudah melaksanakan secara ketat. “Begitu pula kami. Kami ingin semua berjalan sesuai yang ditetapkan,” ujarmua.

Apalagi, kata dia, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kutim, Kasmidi Bulang menginginkan agar seluruh karyawan yang selesai cuti tidak langsung masuk ke Kutim. “Jangan masuk Kutim dulu sebelum di tes swab. Karena di sini terbatas tempat karantina-nya,” ujarnya.

Pihaknya pun sudah berkoordinasi dengan Tim Satgas Pemprov Kaltim. Sehingga ketika ingin ke Kutim harus di tes swab lebih dulu di Samarinda atau Balikpapan. “Kalau positif dan sifatnya OTG (orang tanpa gejala), langsung di karantina di sana. Numpang tempatnya provinsi,” sebutnya.

“Setelah sembuh baru ke Kutim. Jangan sampai ketika datang di Kutim baru di tes. Meskipun sebenarnya terpantau, tapi akan lebih besar celah penyebarannya. Kecolongannya lebih besar,” jelas Pabate.

Dengan menerapkan langsung tes sebelum ke Kutim. Penyebaran virus bisa dikontrol lebih awal. Cara ini dinilai lebih efektif, untu memastikan setiap orangyang datang Kutim sudah bersih. Tanpa harus proses isolasi mandiri. “Apalagi penyebaran melalui pasien OTG sangat masif. Bisa melalui kluster keluarga,” bebernya.

Kendati demikian, meskipun alami kenaikan, akhir-akhir ini trend kesembuhan sudah turun. Bahkan Kutim termasuk daerah dengan pemulihan tertinggi di Kaltim. “Angka kesembuhan mencapai 92 persen. Kalau terus bertahan bisa berubah status. Dari zona merah menjadi zona orange,” ungkapnya.

Sejauh ini, pasien positif yang menjalani perawatan tersisa 190. Ini alami penurunan hingga 100 pasien yang dinyatakan pulih. Pihaknya berharap trend tersebut terus meningkat. “Makanya tim menyepakati tidak boleh kendor. Nanti terjadi seperti di Jawa dan tempat lain. Bukannya alami penurunan justru meningkat,” pungkasnya. (rk)

News Feed