oleh

KIA Pengganti KTP-el Bagi Usia di Bawah 17 Tahun, Disdukcapil Siap Fasilitasi, Permendagri Wajib KIA Haruskan Anak Baru Lahir Memiliki

RuangKutim.com – Sesuai edaran Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), anak baru lahir hingga usia 17 tahun kurang sehari wajib memiliki kartu identitas anak (KIA). Hal tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Kadisdukcapil) Kutai Timur (Kutim) Dr Sulastin.

Menurutnya, itu sudah sesuai dengan Permendagri Wajib KIA. Bahkan merupakan pengganti KTP bagi anak usia di bawah 17 tahun. Bahkan merupakan hak bagi anak untuk memiliki. “Bisa digunakan untuk pengurusan publik. Misalnya digunakan untuk membuka rekening,” ujarnya.

Tidak itu saja, KIA juga dapat digunakan untuk bepergian ke luar kota melalui rute udara. “Makanya penting anak untuk mempunyai KIA. Fungsinya sama dengan KTP. Itu sudah diwajibkan,” jelasnya.

KIA wajib diurus ulang ketika anak berusia lima tahun. Sebab, pada usia di bawah lima tahun, KIA tersebut tidak memiliki foto. “Namun ketika memasuki lima tahun, harus diperpanjang menggunakan foto anak,” bebernya.

Foto yang digunakan pun tidak asal dan sesuai tahun kelahiran. Jika tahun kelahiran ganjil, latar foto berwarna merah. Jika genap hsrus berwarna biru. “KIA akan terus digunakan hingga usia 17 tahun. Setelah itu diganti KTP-el dengan mengikuti perekaman” terangnya.

Sehingga, penting baginya untuk menjalin kerja sama dengan TK dan sejenisnya di Kutim. Salah satu TK yang sudah menjalin kerja sama, yakni TK IT Darussalam.

“Dampak kerja sama ini, bukan hanya KIA. Tapi lebih kepada pembuatan akta siswa dan akta wali murid hingga orang tua murid. Semua akan difasilitasi asal melengkapi berkas asli sesuai dengan dokumen yang diurus. Membawa kartu keluarga (KK) asli untuk diterbitkan yang baru,” pungkasnya.

Sementara bagi siswa SMA, masuk dalam program serba-serbi capil. Pasalnya, siswa usia tersebut akan dilakukan perekaman sebagai pemilih pemula. “Semua sedang digarap. Kami terus tingkatkan agar semua terfasilitasi,” tambahnya.

Sementara itu, guru TK IT Darussalam, Rini merasa terbantu dengan kerja sama tersebut. “Alhamdulillah orang tua siswa sangat terbantu. Apalagi banyak orang tua yang pekerja. Sehingga susah untuk meluangkan waktu untuk pengurusan,” bebernya.

Apalagi jika harus ikut mengantri untuk mengurus KIA dan akta kelahiran. Sedangkan sering terjadi, nama anak di akta kelahiran banyak salah penulisan. “Makanya kami sangat terbantu. Memang banyak orang tua yang anaknya belum punya KIA,” ucapnya.

Sekarang pihaknya hanya menyerahkan berkas dengan melengkapi berkas. Jika dianggap lengkap, Disdukcapil langsung membantu memfasilitasi. “Ini mempermudah. Kami sangat terbantu,” tutupnya. (rk)

News Feed