oleh

Cuaca Ekstrem Masih Berlangsung, Warga Diminta Waspada, Hindari Aktivitas di Luar

RuangKutim.com – Curah hujan masih tinggi hingga awal 2021. Ini berlangsung sejak akhir tahun lalu. Tidak sekadar air, hujan juga disertai angin yang sangat kencang. Sehingga sudah sepantasnya mewaspadai bencana alam yang tak pernah diundang kedatangannya.

Apalagi, menjelang akhir 2020 lalu. Kawasan Sangatta Utara, Kutai Timur (Kutim) sempat dilanda angin puting beliung. Setidaknya terdapat 25 rumah warga terdampak. Atapnya rusak karena angin tersebut. Menyebabkan kerugian hingga ratusan juta.

Sedangkan pada awal 2020, pohon tumbang terjadi di Jalan Karya Etam, Sangatta Utara. Pohon tersebut menutup total jalan dengan luas 14 meter. Membuat arus lalu lintas sempat terhambat. Hal tersebut terjadi bertepatan dengan hujan deras disertai angin kencang.

Beruntung tidak ada korban jiwa atas peristiwa-peristiwa tersebut. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutim Safruddin, meminta warga lebih waspada dengan cuaca ekstrem yang sering terjadi.

“Akhir-akhir ini cuaca sedang ekstrem. Siapapun tidak akan pernah menduga jika akan terjadi bencana. Itu di luar kemampuan manusia,” ujarnya.

Cuaca tersebut kerap menyebabkan tanah longsor hingga luapan air sungai. Menurutnya, untuk longsor tidak terjadi di kawasan permukiman. Sebab, lebih sering terjadi di jalan poros menuju pedalaman.

“Biasanya di jalan Poros Sangatta-Bengalon, atau ke arah Rantau Pulung. Longsor sering menutup badan jalan. Tapi jauh dari permukiman,” sebut Sape, sapaannya.

Mengenai banjir, sering terjadi di kawasan Kecamatan Muara Ancalong, Muara Wahau dan sekitarnya. Termasuk kawasan Bengalon. Sementara di kawasan Sangsaka (Sangkulirang, Sandaran, Kaliorang, Kaubun, Karangan), sering terjadi di Sandaran dan Karangan.

“Karena memang ada daerah aliran sungai (DAS). Tapi kalau hujan reda, biasanya banjirnya juga turun. Dulu memang pernah terjadi banjir sampai tiga bulan di Bengalon. Tapi itu tahun 1999, awal pemekaran Kutim. Sekarang tidak pernah lagi,” jelasnya.

Apabila terdapat daerah terkena banjir dan mengaharuskan evakuasi. Dia memastikan pihaknya sudah siap menjalankan tugas. Tapi kalu banjir disebabkan air pasang, itu hal biasa terjadi Kutim. Masyarakat pun diimbau mengurangi aktivitas di kawasan terbuka jika terjadi hujan deras disertai angin kencang.

“Waspada lebih baik. Untuk menghindari pohon tumbang dan bencana lainnya yang bisa saja berbahaya bagi warga. Termasuk di kawasan pantai. Lebih baik waspada,” pungkasnya. (rk)

News Feed