oleh

Kasus Covid-19 Terus Meningkat, Tak Ada Tawar-menawar, Kutim Wajib Bermasker

ruangkutim.com – Tingginya kasus terkonfirmasi Covid-19 di Kutai Timur (Kutim) dalam sepuluh hari ini mencapai 170 kasus. Ini membuat Kutim yang awalnya hampir menjadi zona hijau, kini kembali ditetapkan sebagai zona merah. Sehingga, penerapan sanksi diberlakukan.

Sanksi sudah ditentukan dari tingkat ringan hingga berat. Sesuai dengan Peraturan Bupati 32/2020 tentang Penerapan Sanksi Bagi Pelanggar Prokes. Pagi tadi, pukul 8.00 Wita, tim gabungan yang terdiri dari 30 anggota TNI dan 25 anggota kepolisian serta Satpol PP menggelar razia masker (2/10/2020)

Lokasinya di persimpangan Jalan Pendidikan dan simpang Bundaran Patung Singa, Jalan Yos Sudarso I. Alhasil, terdapat 88 pengendara tak menggunakan masker.

Dandim Kodim 0909/Sangatta Letkol Czi Pabate menegaskan, operasi yang digelar lebih ketat dan memberikan efek jera. Tidak sekadar diimbau. Pelanggar akan ditahan selama 15 menit lebih dengan tujuan diberi pemahaman.

“Nanti dikumpulkan dulu dan diberi pemahaman dengan tegas. Setidaknya dibuat kesal dengan menyita waktu mereka (pelanggar prokes),” ujarnya.

Langsung diberi sanksi moral di tempat

Menurutnya, kegiatan yang sudah berlaku wajib dievaluasi. Sebab, terlalu kejam jika tidak ada manfaatnya. Apalagi selama ini seolah diabaikan. Sedang penderita Covid 19 semakin meningkat.

“Padahal sudah hampir zona hijau, sekarang kembali zona merah,” jelasnya.

Dia tidak ingin sebatas membuang-buang waktu dan pikiran. Sedangkan, giat tersebut tidak memiliki hasil. Apalagi kasus terus meningkat. Ini karena kedisiplinan sangat sulit diwujudkan. Sekarang akan lebih tegas pada masyarakat.

“Kami fokus penggunaan masker. Apapun yang terjadi saya bertanggung jawab. Yang penting tetap ramah, tidak semena-mena dan memberi tahu dengan baik,” sebutnya.

Kalau ada yang melanggar langsung dipisahkan. Ada tim khusus untuk memberikan pemahaman. Dia menegaskan, penggunaan masker sekarang wajib. Bahkan, tidak ada tawar-menawar lagi dan berlaku setiap hari.

“Meskipun membawa masker tapi tidak digunakan, akan ditahan. Apalagi yang tidak membawa sama sekali. Supaya siapapun terbiasa menggunakan masker. Meskipun sendirian di dalam mobil,” ucapnya.

Pihaknya tidak ingin sekadar mengimbau. Bahkan, warga akan dipaksa agar menggunakan masker. Bahkan, identitas pelanggar akan dicatat.

“Kalau masih tidak menggunakan masker akan diberi sanksi,” pungkasnya. (rk)

News Feed