oleh

Terbitkan Perbup Terkait Covid-19,A Adaptasi Penggunaan Masker Penting Ditaati

ruangkutim.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim) secara resmi menutup posko penjagaan di pintu masuk Kutim. Ini tak lepas dari banyaknya anggaran yang keluar untuk keperluan tersebut.

Sebagai gantinya, berbagai kegiatan sosialisasi terhadap percepatan penanganan Covid-19 digencarkan. Bahkan, telah direncakan menggelar razia dua hari sekali untuk penerapan protokol kesehatan (prokes).

Prokes yang dimaksud, yakni rutin mencuci tangan dengan air mengalir, menjaga jarak, dan selalu menggunakan masker ketika keluar rumah. Bahkan, pemkab akan memberikan sanksi moral bagi warga yang kedapatan tidak menggunakan masker.

Tampaknya kini pemkab lebih serius. Untuk mendukung langkah tersebut, secar resmi telah diteritkan Peraturan Bupati (Perbup) Kutim 32/2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan.

Sebagai penegak aturan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) memiliki kewajiban agar informasi tersebut sampai kepas masyarakat. Apalagi jajaran Polres Kutim telah memulai “Gerakan Kutim Bermasker”.

Sesuai domainnya menegakkan regulasi pemerintah, Kasatpol PP Kutim Didi Herdiansyah langsung memulai sosialisasi. Dimulai dengan berbagai imbauan di lapangan. Khusus pegawai lingkungan pemkab, juga diimbau untuk taat.

“Mulai Jumat (11/9/2020) lalu perbup sudah harus ditegakkan. Tim satgas akan melakukan operasi sosialisasi maupun penertiban prokes, khususnya tentang pemakaian masker,” jelasnya.

Didi menjelaskan, operasi dilakukan pada organisasi perangkat daerah (OPD) maupun di tempat-tempat umum. Sosialisasi dan imbauan juga dikerjakan pada saat jam kerja maupun di luar jam kantor.

“Kepala OPD harus berperan aktif untuk mengingatkan seluruh staf. Jelas akan ada saksi bagi yang tidak patuh,” ungkapnya.

Perbup tersebut dipastikannya memiliki banyak tujuan. Di antaranya, untuk mewujudkan harmonisasi dan kewaspadaan masyarakat dalam melaksanakan kegiatan berbagai bidang kehidupan. Dengan memberlakukan secara ketat protokol kesehatan sebagai bentuk pencegahan dan pengendalian Covid 19.

“Agar ini mencapai tatanan adaptasi kebiasaan baru masyarakat Kutim. Selama ini masih diabaikan. Padahal, Covid 19 memang benar-benar nyata. Hanya, yang beruntung bagi orang tanpa gejala (OTG). Dia tidak merasakan dampaknya. Kasian bagi orang lain yang imun tubuhnya rendah,” tutupnya. (rk)

News Feed