oleh

Klaim Didukung Lima Partai Besar, Musda Ditunda dan DPD II Golkar Kutim Dipimpin Plt, Mahyunadi Mengaku Tak Khawatir

ruangkutim.com – Wacana Musda DPD II Golkar Kutim diduga karena rekomendasi DPP Golkar diberikan kepada pasangan Mahyunadi-Lulu Kinsu. Padahal, pimpinan DPD II Kasmidi Bulang masih aktif sebagai ketua.

Karena penundaan itu, DPD II Golkar Kutim harus dipimpin Anjas, sebagai pelaksana tugas (Plt). Namun, ini dibantah Mahyunadi. Dia menyebut, musda merupakan instruksi DPP.

“Memang digelar serentak seluruh daerah se-Indonesia. Paling lambat 31 Agustus. Jangan dianggap musda disebabkan rekomendasi yang saya terima. Tidak begitu,” akunya.

Padahal, hanya di Kutim yang tertunda. Dia pun tidak mengetahui penyebabnya. Sementara daerah lain di Kaltim sudah terlaksana. Di antaranya, Balikpapan, Samarinda, Bontang, Berau dan Kabupaten Paser.

“Mungkin percepatan musda agar seluruh komponen partai bisa fokus pilkada. Makanya terbit instruksi DPP,” ungkapnya.

Meski begitu, Plt dianggapnya sudah cukup. Apalagi keputusan DPP jelas. Semua harus tunduk dan mengikuti. Keputusan itu berkaitan dengan rekomendasi partai.

“Kan di dalam SK pesannya jelas. Semua pengurus dan pejabat dari Golkar wajib mensukseskan rekomendasi DPP,” kata mantan Ketua DPRD Kutim.

Jika ada yang tidak mengindahkan, DPP akan memberikan punishment. Peringatan tersebut harus menjadi perhatian seluruh komponen partai.

Dia mengklaim, rekomendasi tersebut beralasan kuat. DPP hanya memberikannya kepada calon bupati. Meskipun ada calon lain sebagai wakil.

“Meskipun survei-nya sama kuat. Pertimbangan calon bupati lebih diprioritaskan,” bebernya.

Dia meyakini peluangnya untuk menang besar. Sedangkan Golkar sebagai partai besar pasti melihat itu.

“Kami dipandang berpotensi menang. Indikatornya jelas,” katanya.

Tak heran, jika dirinya mendapat dukungan dari lima partai besar. Yakni Golkar, PAN, PDIP, NasDem dan Gerindra.

Namun, potensi perpecahan Golkar tetap ada. Sehingga, dikhawatirkan terdapat duri dalam daging. Dia tidak khawatir, itu dianggapnya biasa.

Partai Golkar, sebutnya, mati satu tumbuh seribu. Itu pepatah dulu. Kalau sekarang, mati satu tumbuh 3000.

“Patah tumbuh, hilang berganti. Jika kami menang, Golkar akan kembali survive,” sebutnya.

Sebelumnya, santer terdengar internal DPD II Golkar Kutim sedang dalam polemik. Wacana musda pun sampai dibatalkan. Bahkan, DPD II kini dipimpin oleh Anjas, sebagai pelaksana tugas (Plt).

Kasmidi Bulang selaku Ketua DPD II Golkar masih memiliki SK hingga bulan depan. Namun, pleno justru dijalankan tanpa sepengetahuan dan kehadirannya.

Menanggapi ini, Kasmidi tidak mau pusing. Menurutnya, pelaksanaan musda bulan ini sudah sesuai dengan arahan DPP Golkar. Sehingga, sudah seharusnya semua kabupaten kota menjalankan.

Tapi di Kutim berbeda. Bukannya menjalankan musda, yang ada malah penunjukan Plt. Kasmidi mengaku sudah menyampaikan kepada DPD I, apabila musda tetap berlangsung, pendukungnya pasti akan mengambil sikap.

“Makanya diambil lah solusi Plt. Tidak menutup kemungkinan jabatan Plt akan berlangsung sampai pilkada selesai,” ucapnya.

Keputusan itu dianggapnya bijak. Mengingat, dia juga kader Golkar. Hanya, dalam pilkada mendatang, dirinya didukung parpol lain.

“Saya tidak punya salah, kok tiba-tiba musda. Saya juga tidak mau dipermalukan,” tegasnya.

Penunjukan Anjas sebagai Plt tak lepas dari hasil koordinasi dirinya dengan DPD I Golkar Kaltim.

Musda tersebut diduga, dijalankan lantaran Kasmidi Bulang telah mencalonkan sebagai wakil bupati melalui partai Demokrat. Berpasangan dengan calon PKS, Ardiansyah Sulaiman.

Sementara rekomendasi DPP Golkar diberikan kepada pasangan Mahyunadi-Lulu Kinsu. Diduga kuat, polemik tersebut lah yang mendasari akan dilaksanakannya musda di Kutim. (rk)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed