oleh

Penuhi Kebutuhan Ekonomi dengan Berjudi, Tim Macan Polres Kutim Tangkap Bandar dan Pemasang

ruangkutim.com – Tim Macan Polres Kutim ungkap perjudian dadu di Kecamatan Kaubun. Tim Macan memantau beberapa hari setelah mendapat aduan warga.

Aktivitas meresahkan itu berlangsung di sebuah kebun milik warga. Latif (52) dan Bani (49) diamakan ketika penggerebekan (Sabtu, 15/8/2020).

Dari tangan keduanya, diamankan alat judi dadu dan uang tunai Rp 9,3 juta. Kasat Reskrim Polres Kutim AKP Abdul Rauf menyebut Latif selaku bandanya berjudi untuk memenuhi kebutuhan ekonomi.

“Per hari bisa untung Rp 500 ribu. Itu yang dijadikan pelaku memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Hasil bertani tidak cukup untuk keperluannya,” ujarnya.

Aktivitas tersebut sudah diketahui sejak beberapa bulan belakangan. Karena tidak memiliki jadwal tetap, pengungkapan memerlukan waktu cukup panjang.

“Latif seorang residivis. Ditangkap pada 2016. Ini akan jadi pertimbangan untuk memperberat hukumannya. Kalau Bani pemasang,” bebernya.

Dia memastikan, akan terus memantau aktivitas perjudian di wilayah Kutim. Pihaknya tidak ingin kecolongan. Semua yang terlibat dalam perjudian akan diberantas.

“Beberapa pemasang sempat kabur. Personel di lokasi terbatas. Karena masih dalam pemantauan namun ternyata ada aktivitas,” jelasnya.

Sementara itu, Kanit Jatanras Polres Kutim Ipda Wirawan Trisnadi yang berada di lokasi mengatakan, terdapat arena sabung ayam yang hanya berjarak 10 meter.

“Tapi saat penggerebekan hanya ada aktivitas dadu. Sudah kami bongkar arenanya (sabung ayam),” sebutnya.

Dia mengaku sudah menertibkan tiga titik sabung ayam di Kutim. Itu dilakukan hanya dalam sepekan. Ketiga lokasi berada Kecamatan Teluk Pandan dan jalan poros Sangatta-Bontang.

“Salah satunya di Kaubun. Kami akan selidiki terus. Saat kami tiba tidak ada aktivitas. Tapi susah kami bongkar arenanya,” bebernya.

Masyarakat diimbau tak ragu melaporkan jika mengetahui aktivitas perjudian. “Pengungkapan ini berasal dari informasi masyarakat yang resah. Sangat penting,” singkatnya.

Para pelaku akan dijerat UU 8/1981 tentang KUHP Pasal 303, barang siapa tanpa mendapat izin dengan menawarkan atau memberikan kesempatan untuk permainan judi dan menjadikannya untuk pencarian.

“Ancaman hukuman penjara minimal empat tahun dan paling lama 10 tahun. Dendanya Rp 10-25 juta,” tambahnya. (rk)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed