oleh

Film Pendek Pelajar Kutim Ditayangkan di 16 Negara, Viu Short Bina Pembuatan Film

ruangkutim.com- Tak henti-hentinya mengorbitkan karya anak bangsa. Viu Short kemarin (29/7) menayangkan 16 film karya anak bangsa yang ditanyakan di 16 negara. Salah satu film yang diputar adalah karya putra-putri Kutim yang berjudul Kanak Kembar. Semua film mengisahkan mitos yang terjadi di masyarakat, cerita rakyat dan alat musik tradisional.

Menceritakan tentang mitos yang diangkat dari cerita rakyat di Kutim. Berdasarkan kepercayaan sebagian masyarakat di Sangatta, manusia disebut memiliki kembaran yang tidak biasa.

Ya, seorang gadis SMP, dalam kisah itu bernama Ratih, memiliki saudara kembar berwujud seekor buaya. Buaya tersebut muncul kepermukaan ketika ia sedang mencuci di sungai. Ketika muncul, wujudnya berubah mirip dengan Ratih. Karena itu pula, Ratih sering jatuh sakit.

Film berduarasi lebih 10 menit itu tampak menegangkan. Sehingga menjadi menarik untuk ditonton. Apalagi sutradara, seluruh kru dan talent merupakan perwakilan pelajar setingka SLTA di Kutim.

Selaku stradara Viu Short Kutim, Angga Rian Sandy mengatakan, sebelum menentukan kisah kanak kembar, ada 10 ide cerita yang muncul. Seluruh kru yang berjumlah 17 orang itu pun berdiskusi hingga akhirnya dipilih kanak kembar.

Menyatukan pikiran tidak mudah, apalagi mereka baru kenal. Untuk bisa berkarya melalui Viu short pun harus mengikuti seleksi. “Memang memalui arahan para mentor. Setelah itu ada namanya mengembangkan ide cerita. List mana yg terbaik, baru panjut syuting selama dua hari,” ujarnya.

Menurutnya, dari seluruh film yang diputar, akan dipilih yang terbaik. Viu Short akan menyeleksi semuanya hingga ditemukan satu yang terbaik. “Akan dibiayai sekolah di Institute Kesenian Jakarta. Selama empat tahun,” ungkapnya.

Pihaknya juga memiliki komunitas clash cinema. Bagi pelajar dan remaja lainnya yang ingin belajar berkarya membuat film bisa bergabung dalam komunitas tersebut melalui instagram. “Kirim aja pesan pribadi di Ig (instagram), pasti dibalas,” katanya.

“Berkarya jangan setengah-setengah. Sekarang hanyak media yang mensupport. Mulai sosmed dan youtube. Bisa dimanfaatkan,” tutup Angga.

Asisten II Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Kutim Suroto yang hadir dalam pemutaran 16 film itu mengapresiasi dan mendukung penuh kegiatan itu. “Apalagi karya anak bangsa dari Kutim tidak kalah dengan profesional. Saya liat sangat bagus. Karya seperti ini harus didukung,” sebutnya.

Dia berharap, generasi muda di Kutim dan mencontih dan mempraktikkan. “Saya bangga. Apalagi ini putra-putri Kutim. Semoga mendapat hasil terbaik,” singkatnya. (rk)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.